BeritaNasionalWilayah

Sudah Ada Juklak dan Juknis Penyeragaman Pelaksanaan Magang Bersama

Implemetasinya di masing- masing pengwil masih menafsirkannya secara beragam, yang memang harus perlu untuk dievaluasi oleh Pengurus Pusat INI

Bagikan Ke

Surabaya, halonotariat.id – Magang Bersama (Maber) yang menjadi Program kegiatan rutin Ikatan Notaris Indonesia (INI) di periode ke-2 tahun 2022 ini, di selenggarakan oleh Pengurus Wilayah (Pengwil) Jawa Timur (Jatim) di Novotel Samator Surabaya pada Jum’at (27/5/2022).

Dilaporkan ketua Panitia Pelaksana Notaris Surabaya, Fachria Lapasere, SH., “untuk peserta total sebanyak 120 peserta. Yang terdiri dari Semester 1 sebanyak 26 peserta, Semester 2 sebanyak 29 peserta, Semester 3 sebanyak 29 peserta, dan semester 4 sebanyak 36 peserta”.

Pelaksanaan Maber tersebut lanjutnya dibagi dalam setiap ruang yang terpisah sesuai jumlah semester. Yaitu 4 ruang terpisah namun dalam satu gedung, dengan pemateri yang berbeda-beda sesuai Kurikulum yang sudah menjadi petunjuk pelaksanaannya.

Para peserta pun menurutnya telah melalui verifikasi yang baik oleh panitia pelaksana dan sesuai dengan aturan dan AD/ART perkumpulan.

Pemateri Maber Mei 2022

Adapun Narasumber yang memberikan materi, sangat berkompeten. Yaitu Dwi Rossulliati, S.H., Dr. Erna Anggraini, SH., Yuida, S.H., Dr.Diah Aju Wisnuwardhani, S.H. M.Hum., Dr. A.A Andi Prajitno, S.H., M.Kn., Siti Anggraeni Hapsari, S.H. M.H., Gatot Triwaluyo, S.H., M.Kn., Machmud Fauzi, S.H., dan Dr. Habib Adjie, S.H., M.Hum

Sementara Ketua Pengwil INI Jatim, Siti Anggraeni Hapsari, S.H. M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Magang bersama periode mei 2022 ini adalah kali kedua di periode kedua yang dilaksanakan di tahun 2022. Sebagaimana diketahui bersama, dalam satu tahun, Maber ini dilaksanakan sebanyak 4 kali yaitu setiap (tri wulan) 3 bulan sekali.

“Sekarang ini pelaksanaan Maber sebenarnya sudah ada Juklak maupun Juknis penyeragaman dalam pelaksanaannya,” ungkap SAH.

Namun implemetasi di masing- masing pengwil menurutnya masih menafsirkannya secara beragam. Nah, ini yang memang harus perlu untuk dievaluasi oleh Pengurus Pusat INI.

Baca Lainnya:  Silaturahmi Perkenalan Pengda INI dan IPPAT Lamongan Dengan Kakantah Baru
Ketua Pengwil Jatim INI bersama Panpel Maber dan Peserta

Harapannya, setiap pelaksanaan, dilaksanakan dengan cara yang sama, dengan Juklak dan Juknis yang sama, sehingga satu pengwil dengan pengwil yang lain, juga mempunyai bobot atau penilaian yang sama.

Dirinya juga menanggapi beberapa berita, yang didengar bahwa di pengwil lain itu ada pelaksanaan Maber yang hanya bersifat diskusi kelompok atau pun mungkin tidak ujian secara tulis .

Ini menurutnya yang mungkin tidak dibenarkan atau tidaj sesuai dengan peraturan perkumpulan.

Maber ini dijelaskannya, bertujuan untuk memiliki kemampuan membuat akta. Makanya di Maber adalah semuasemua yang dipelajari adalah semua teknik pembuatan akta.

Hanya memang dikelompokan per semester, sesuai dengan materi semesternya. Untuk pembuatan akta di bidang apa sesuai dengan kelompok semesternya.

“Saya juga ingin menyampaikan ada yang kemarin mungkin ada yang menyampaikan kepada panitia pelaksana, begitu diminta untuk mengirimkan daftar persyaratan, dokumen-dokumen penting untuk persyaratan, ternyata mungkin ada yang belum siap dan menyampaikan bahwa salah satu pengwil di pengwil A dokumennya itu baru di serahkan pada hari H. itu tidak benar,” terang SAH.

Harusnya menurut SAH, tidak demikian, karena Verifikasi dokumen itu diperlukan untuk menghindari adanya sesuatu persyaratan atau dokumen yang tidak benar.

“Sudah ditemui kami baik dari kami pengwil maupun PP itu menemukan adanya dokumen yang tidak benar dokumen yang dipalsukan, karena mungkin niat untuk menjadi notaris itu demikian besar” ungkap SAH.

“cara-cara demikian tidak dibenarkan, jadi bagaimana bisa mengetahui jika pada hari H menerima dokumennya?” Tanya SAH.

Suasana Evaluasi Peserta Maber

Oleh karena itulah menurutnya perlu waktu evaluasinya, sehingga harus dilaksanakan beberapa hari sebelum hari H pelaksanaan Maber. Kenapa? supaya jika mungkin ditemukan adanya persyaratan-persyaratan yang belum cukup untuk bisa meloloskan atau untuk mengikuti Maber, masih ada waktu untuk memperbaiki.

Baca Lainnya:  Kawal Bank Tanah Sehingga Memberikan Manfaat Bagi Rakyat

Jadi hal- hal demikian yang membuat dirinya prihatin. Untuk itu memang kami memohon untuk rekan-rekan bidang IT barang kali untuk memutarkan video dari PP tentang bagaimana ditemukan adanya pemalsuan ataupun ketidak benaran dokumen penunjang.

Mudah-mudahan SAH harapkan ini tidak dari Jatim. Kalau dari Jatim, harapannya semuanya pasti bermental baik, sehingga kelak dikemudian hari juga menjadi Notaris yang professional.

“Notaris tidak hanya diperlukan professional kemampuan dari ilmu saja, tetapi juga mempunyai akhlak dan moral yang bisa menjadi contoh maupun tauladan serta akhlak dan moral yang nantinya tidak akan merugikan pengguna jasa atau klien ataupun masyarakat”, tutup SAH. (AF/Red)

Bagikan Ke

error: Dilarang Copas !!