BeritaOpini

Refleksi Jelang Ramadhan: “Pentingnya Puasa Bagi Notaris/PPAT”

Level manusia sendiri berada di atas hewan, karena dengan cahaya akal yang dimilikinya mampu mengalahkan Nafsu

Ketua IPPAT Pengda Sidoarjo, Muhammad, SH., MKn.

Bagikan Ke

Sidoarjo, halonotariat.id – Hiruk pikuk tugas pelaksanaan pekerjaan dan kegiatan berorganisasi Notaris maupun PPAT, menjadi istimewa saat memasuki bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi akan tiba waktunya.

Saat bincang- bincang santai dikantor Ketua IPPAT Pengda Sidoarjo, Muhammad, SH., MKn.,(23/3/2023), dirinya merefleksikan, pentingnya moment puasa di bulan Ramadhan bagi Notaris/PPAT dalam menjalankan tugas dan jabatannya, maupun pelaksanaan menjalankan roda organisasinya.

Berikut kutipan percakapan bersama beliau:

Kenapa setiap orang perlu puasa?

Menukil sebuah kitab karangan ‘Ustman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syaakir Al-Khaubawiyi, yang menceritakan ketika Allah Ta’ala menciptakan Akal dan Nafsu.

Allah Ta’ala berfirman: “Wahai Akal! Siapakah aku?”. Lalu Akal pun berkata, “Engkau adalah Tuhan yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu yang dhaif dan lemah”.

Berbeda dengan Nafsu yang tidak menjawab dan mendiamkan diri dari perintah Allah.

Allah Ta’ala berfirman: “Siapakah engkau dan siapakah Aku?”. Lalu nafsu berkata, “Aku adalah aku, dan Engkau adalah Engkau.”

Kemudian Allah Ta’ala memasukkan Nafsu ke dalam Neraka jahim selama 100 tahun, namun perkataan Nafsu masih tetap sama denga perkataan “Aku adalah aku, dan Engkau adalah Engkau.”

Lalu Allah Ta’ala memasukkan Nafsu ke dalam Neraka Juu’ (neraka yang penuh dengan rasa lapar) selama 100 tahun. Setelah dikeluarkan maka Allah Ta’ala berfirman: “Siapakah engkau dan siapakah Aku?”. Akhirnya Nafsu mengakui dengan berkata, “Aku adalah hamba-Mu dan Engkau adalah Tuhanku.”

Dalam kitab tersebut diterangkan bahwa dengan sebab itulah maka Allah Ta’ala mewajibkan puasa. Kisah ini memberi hikmah betapa membangkangnya Nafsu. Apabila seseorang tidak bisa mengendalikan (mengawal) nafsunya, maka ia akan mendapat kerugian yang amat besar.

Secara istilah nafsu, adalah sesuatu yang lembut pada diri seseorang yang menimbulkan keinginan atau dorongan hati untuk memuaskan kebutuhan hidupnya.

Baca Lainnya:  Pengelolaan Lahan Perhutani Menjadi Objek Wisata Batal Demi Hukum

Lalu apa kaitannya dengan Notaris/PPAT?

Untuk menjabat sebagai Notaris/PPAT, setidaknya orang tersebut telah menempuh jenjang pendidikan tinggi (S2) Magister Kenotariatan (MKn). Setidaknya memiliki akal yang murni, tidak tercampur nafsu yang buruk.

Sebagaimana dijelaskan dari buku Imam Ghazali dalam Ihya ‘Ulumuddin hal. 236 bahwa tujuan berpuasa adalah supaya bisa berakhlak sebagaimana sifat as-Shamad bagi Allah, juga agar manusia bisa mengikuti sifat-sifat malaikat, yaitu mengekang Nafsu sebisa mungkin.

Level manusia sendiri berada di atas hewan, karena dengan cahaya akal yang dimilikinya mampu mengalahkan Nafsu.

Akan tetapi di bawah level malaikat karena memiliki Nafsu dan diuji untuk menaklukannya. Jika ia terbuai oleh nafsunya, maka levelnya akan turun setara dengan hewan.

Namun sebaliknya, jika mampu menghancurkan Nafsunya, maka levelnya akan naik setinggi-tingginya bersama golongan-golongan malaikat.

Apa pentingnya akhlak bagi Notaris/PPAT dalam menjalankan profesi dan organisasinya ?

Jenjang pendidikan tinggi Notaris/PPAT, tentunya banyak bekal ilmu yang sudah didapat. Dengan ilmu, dunia ini bisa maju dan dengan ilmu juga dunia ini bisa hancur.

Artinya, organisasi dan profesi itu bisa maju oleh ilmu (pemikiran-pemikiran) yang dimiliki seseorang. Namun bisa hancur juga oleh ilmu seseorang yang tidak didukung dengan akhlak (etika) yang baik.

Oleh karena itu, moment Puasa Ramadhan ini nanti, kita bisa menahan diri, mengendalikan hawa nafsu, menjaga marwah jabatan Notaris/PPAT yang beretika dan berakhlak mulia, baik dalam menjalankan kegiatan berprofesi maupun kegiatan berorganisasi. (Den/red)

Bagikan Ke

Redaksi
the authorRedaksi
error: Dilarang Copas !!