BeritaNasionalOpini

Menuju Kongres XXIV INI, Venue Kongres Diragukan Dapat Mengakomodir Ribuan Peserta

Ketua Pengurus Wilayah (Pengwil) Papua Ratna Nelli Riyanty.

Bagikan Ke

Jakarta, halonotariat.id – Jelang pelaksanaan Kongres XXIV Ikatan Notaris Indonesia (INI) yang menurut rencana akan dihelat pada Rabu-kamis (08-09/02/2023) bertempat di The Royale Krakatau Hotel, Kota Cilegon Provinsi Banten terus dipertanyakan dan diragukan oleh anggota terkait tempat (tempat) pelaksanaan Kongres yang disinyalir tidak mencukupi karena tidak dapat mengakomodir banyaknya peserta Kongres XXIV INI.

Keraguan terkait tempat pelaksanaan Kongres XXIV INI dari calon peserta Kongres yang merupakan anggota Ikatan Notaris Indonesia juga atas permintaan Ketua Pengurus Wilayah (Pengwil) Papua Ratna Nelli Riyanty.

Ditemui di bilangan Jakarta pada Senin (13/02/2023), Ratna Nelli Mengkritisi pelaksanaan Kongres berdasarkan surat PP INI bernomor 20/09-II/PP-INI/2023 per tangal 8 Februari 2023 yang ditujukan kepada seluruh anggota INI.

“Saat ini anggota INI diseluruh Indonesia sudah mencapai 20.000 orang, artinya surat itu ditujukan kepada 20.000 orang walaupun yang akan hadir tidak sampai 20.000 anggota, tapi paling tidak 25% diperkirakan hadir dan itu harus bisa diakomodir, nah cara akomodirnya seperti apa?”

Pelaksanaan di (venue) harus nyaman dan aman untuk anggota INI. Yang akan datang-kan dari seluruh Indonesia, kalau 5000 anggota yang di perkirakan akan hadir maka dengan kapasitas Hotel Krakatau (The Royale Krakatau Hotel-red) yang hanya 4000 orang dan kapasitas ballroom yang hanya mencukupi 1500 sesuai yang disampaikan ketua Steering Committee (SC) kemarin di berbagai pemberitaan media online yang sempat saya baca, ini berarti anggota tidak bisa masuk semua ke dalam ballroom bila diperkirakan peserta kongres INI yang akan datang antara 3000-5000 peserta seperti perhelatan kongres sebelumnya.

Lebihlanjut ditambahkan Ratna Nelli, “Saya sangat sedih ketika Ketua SC menyatakan ada hotel atau convention hall yang dapat menampung jumlah peserta yang banyak tapi harganya mahal. saya kok sedih mengumumkan, karena ini untuk anggota, tapi kok menilainya mahal, sepanjang kami mengikuti acara-acara situasi besar dan nasional itu kami bayar lo, nah kenapa PP menjadikan itu sebagai alasan untuk tidak menggunakan tempat-tempat yang dapat memberikan kenyamanan dan kelayakan untuk anggota?, itu menjadi pertanyaan buat saya. Dengan menggunakan tempat yang kecil berarti PP berharap tidak banyak anggota yang datang.”

Baca Lainnya:  Seminar Nasional IPPAT Jatim Berintegritas

Bukan hanya mengenai tempat pelaksaan Kongres, Ratna Nelli juga menyampaikan permasalahan jauhnya tempat Kongres dari Bandara udara. Baik Bandar udara Internasional Soekarno Hatta maupun Bandar udara internasional Halim Perdana kusuma.

“Sekali lagi kepada PP INI kami mohon untuk dengan sangat bijak untuk menentukan tempat pelaksanaan kongres, kembali lagi jika di Cilegon untuk anggota dari daerah yang menggunakan pesawat, kami turun di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang atau Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta dan melanjutkan perjalanan ke Cilegon , kami harus mengeluarkan biaya tambahan karena jarak yang cukup jauh.”ungkapnya.

Sebagai informasi, redaksi menelusuri jarak dan waktu tempuh melalui aplikasi Google Maps, dari Bandara Soekarno Hatta Tangerang sejauh 70,2 KM, dengan waktu tempuh normal antara 1,5 – 2,5 jam menuju The Royale Krakatau Hotel venue Kongres. Sedangkan jarak tempuh dari Bandar Udara Halim Perdana Kusumah Jakarta sejauh 90,3 KM dengan waktu tempuh antara 2,5 – 3 jam, bila dalam situasi jam sibuk tentunya akan memakan waktu tempuh yang lebih lama.

Kota Cilegon sebagai tuan rumah Kongres XXIV, redaksi sedikit membagi informasi kota Cilegon, Kota Cilegon merupakan pusat bisnis dan industri terdata oleh Biro Pusat Statisitik (BPS) sebagai kota kaya ke-4 di Indonesia setelah Kediri, Bontang dan Jakarta. Dihitung berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten dan Kota dengan jumlah PDRB perkapita mencapai Rp233,02 juta dan tentunya menjadi kota terkaya se Provinsi Banten.

“Saya tidak mempermasalahkan Kota Cilegon sebagai tuan rumah dalam perhelatan Kongres XXIV INI,tetapi saya merasa tempat pelaksanaan Kongres itu apakah dapat mengakomodir ribuan peserta yang datang?”,ucapnya.

Menutup pembicaraannya, Ratna Nelli mengatakan, “Saya sebagai ketua Pengwil Papua INI berharap sekali, memohon agar PP INI dapat bekerja dengan tujuan yang baik untuk anggota, untuk kebaikan anggota, kami yang datang jauh-jauh dari daerah untuk mensukseskan perhelatan akbar tiga tahunan ini bisa berjalan dengan baik berharap INI bisa lebih baik lagi, tetapi dengan pelaksanaan kongres seperti ini banyak keanehan-keanehan dalam tanda petik membuat kami bertanya-tanya.”

Baca Lainnya:  Notaria Fest Cup 2023 Cabang Badminton Lebih Marak

”Keberhasilan kongres akan menjadi keberhasilan PP INI akan tetapi carut marut pelaksanaan kongres akan menjadi cerminan carut marut PP INI dan akan tercatat dalam sejarah.”Tegasnya.

Hingga berita ini dibuat, belum ada berita yang terkait perizinan atas perhelatan Kongres XXIV,Cilegon dari pihak terkait. (Acil)

Bagikan Ke

Redaksi
the authorRedaksi
error: Dilarang Copas !!