BeritaDaerah

Konferdalub Pengda Surabaya Lebih Banyak Suara Abstain di Bacaketum

Bagikan Ke

Surabaya, halonotariat.id – Dalam menindaklanjuti surat Pengurus Pusat (PP) Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) No.323/PP-IPPAT/VII/2023 tertanggal 27 Juli 2023, Perihal pelaksanaan Konferensi Daerah Luar Biasa (Konferdalub) yang berkaitan dengan tata cara usulan nama bakal calon formatur Ketua Umum dan nama bakal calon anggota MKP serta pemilihan anggota MKD, Pengda Surabaya IPPAT menyelenggarakan ya di Mahameru Resto pada Rabu, 9 Agustus 2023 siang.

Dalam pelaksanaan Konferdalub yang dipimpin oleh ketua Pengda Surabaya IPPAT, Mohammad Budi Pahlawan, SH., membuka acara dan ditunjuk peserta sebagai Presidium juga bersama Sekertaris Wiraningrum Hapsari dan Kabid Organisasinya Widio Rahardjo.

Presidium Konferdalub Pengda Surabaya IPPAT

“Dikarenakan Peserta yang hadir belum memenuhi korum, maka acara Konferdalub di skorsing dengan di isi paparan narasumber DR. Habib Adjie dan Yannis Horryzon Dethan dari Kanwil BPN Jatim, mengenai Pembinaan dan Pengawasan PPAT,” terang Budi Pahlawan dalam pembukaan acara itu.

Dalam Paparannya Habib Adjie menyampaikan Kewenangan Menteri terhadap Majelis Pembina dan Pengawas PPAT (MPPP) dalam memberikan Pembinaan dan Pengawasan terhadap PPAT.

Dimana dalam hal pengaduan dari masyarakat yang diterima baik oleh Kementerian, Kantor Wilayah BPN, Kantor Pertanahan, Majelis Pembina dan Pengawas PPAT atau IPPAT maka pengaduan diteruskan kepada MPPD.

Dijelaskannya pula mengenai alur pemeriksaan MPPD dan jenis sanksi pelanggaran yang dilakukan oleh PPAT beserta dasar hukumnya.

Pemateri Pembinaan PPAT

Sementara Yannis Horryzon Dethan dari Kanwil BPN Jatim juga menjelaskan mengenai Peran PPAT dalam mendukung 7 layanan Prioritas yang dicanangkan oleh menteri. Baik mengenai Pelaksanaan Pelayanan Pertanahan secara elektronik, maupun konsep pelayanan peralihan elektronik yang terjadi pemangkasan dan penyederhanaan birokrasi.

“Kedepan kita harus siap bahwa transformasi digital itu keniscayaan,” ungkapnya. Sehingga diharapkannya sebagai aparat pertanahan (PPAT-red) bisa bekerja sesuai dengan juknis (petunjuk teknisnya).

Baca Lainnya:  Notaris Masuk Desa Sasar Kehidupan Kota Mojokerto
Cinderamata untuk Pemateri Pembinaan PPAT

Setelah interaksi tanya jawab seputar ke-PPAT-an dari pemaparan kedua pemateri itu, Presidium kembali membuka masa Skorsing dilanjutkan dengan Pemilihan usulan-usulan sebagaimana agenda utama.

Dalam hal pemilihan Majelis Kehormatan Daerah (MKD) terpilih Faried, SH., Yuida, SH., dan Rosidah, SH., secara aklamasi. Begitu juga bakal Calon Majelis Kehormatan Pusat (MKP) 2024-2027, DR.Isy Karimah Syakir, yang dipilih karena satu-satunya perwakilan Jatim yang dikenal untuk maju.

Pemateri bersama Anggota Pengda Surabaya IPPAT

Yang lebih menarik, saat penentuan nominasi Bakal Calon Ketua Umum yang hanya satu kandidat saja terverifikasi, sehingga Presidium memberi kesempatan kepada anggota yang hadir untuk memilih setuju atau tidak. Dengan cara menulis nama baca ketum bagi yang setuju dan yang tidak setuju mengosongkan kertas suaranya. Sehingga diperoleh hasil suara 22 anggota menulis Hapendi Harahap, 33 suara kosong (abstain) dan 7 suara tidak sah dikarenakan menulis nama lain yang tidak termasuk daftar yang terverifikasi. (Den)

Bagikan Ke

Redaksi
the authorRedaksi
error: Dilarang Copas !!