BeritaDaerahWilayah

Baksos Ramadhan NMI Korwil Jatim di Pendopo Kabupaten Ponorogo dan Kampung Idiot  

NMI Korwil Jatim bersama Bupati Ponorogo

Bagikan Ke

Ponorogo, halonotariat.id – Jum’at Pagi (15/4/2022) pukul 07.00 WIB, rombongan Notaris Muslim Indonesia (NMI) Koordinator Wilayah (Korwil) Jawa Timur (Jatim) berkumpul di kantor Pembina NMI Korwil Jatim, Dr. Isy Karimah Syakir, SH., MKn., MH. Bersama-sama melaksanakan kegiatan rutin tahunan Bakti Sosial Bulan Suci Ramadhan. Yang kali ini memilih Kab. Ponorogo sebagai tempat tujuan yang salah satu kampungnya dikenal sebagai kampung idiot.

Kunjungan pertama menuju Pendopo Kabupaten Ponorogo yang disambut langsung oleh Bupati Sugiri Sancoko, SE., MM beserta jajarannya. Kemudian Jamaah Laki-laki bersama Bupati menuju Masjid Agung Ponorogo untuk melaksanakan ibadah sholat Jum’at yang letaknya tidak jauh dengan pendopo, diarea alun-alun kab. Ponorogo.

NMI Jatim disambut di Ruang tamu Pendopo Bupati Ponorogo

Lepas itu, Pendopo dipenuhi kaum dhuafa dan para pengayuh becak yang menerima langsung bingkisan kotak sembako dari NMI Korwil Jatim sebanyak 500 paket.

Selaku Ketua Pelaksana, Any Umaya, SH., MKn., menyampaikan tahun lalu juga NMI Korwil Jatim telah melaksanakan kegiatan serupa di beberapa Wilayah Jatim seperti di kab. Mojokerto,kab.jombang, dan juga di Sampang.

Lebih lanjut ditambahkannya, 250 paket sembako lainnya juga diberikan ke dua Desa di Ponorogo, yaitu Desa Karang Patihan Kec. Balong dan Desa Krebet Kec. Jabon. Serta NMI Jatim juga ada agenda serupa untuk ojol di Bangil Pasuruan sebanyak 150 paket Sembako dan Mualaf diBlitar sebanyak 100 Paket Sembako, sehingga totalnya ditahun ini sebanyak 1.000 (seribu) paket sembako yang disalurkan.

Pengayuh Becak Penerima Santunan NMI Jatim

Ketua NMI Korwil Jatim, Abd. Rozak, SH., menyampaikan NMI ini didirikan sejak 5 tahun yang lalu dan di Jatim sendiri sudah merupakan tahun yang ke-3. Yang tentunya ada suatu motivasi dan tujuan dari kegiatan yang dilakukan dengan tujuan pertama kegiatan dakwah dan yang kedua adalah kegiatan sosial.

Baca Lainnya:  Bakti Sosial "Satu Cinta INI - IPPAT Badung" Untuk Kemanusiaan

“Alhamdulillah selama 3 tahun ini kita secara istiqomah mengadakan kegiatan-kegiatan pengajian bersama-sama  baik dengan anggota maupun dengan masyarakat di sekitar jatim” terang Abd. Rozak.

Yang kedua adalah kegitan sosial yang alhamdulillah menurutnya tidak berhenti-berhentinya berbuat untuk bersama-sama menyisihkan sebagian rejeki para anggota untuk keluarga,untuk teman,untuk masyarakat dan lainnya, termasuk pada hari ini (15/4/2022) merupakan kegiatan ramadhan yang telah dilakukan  NMI Korwil Jatim tahun pertama berdiri hingga saat ini, yangtentunya berkat kerjasama dan semangat dari teman-teman NMI Korwil Jatim.

Pembina dan Pengurus NMI Korwil Jatim bersama Bupati Ponorogo

Bupati Ponorogo, Sugiri, juga menyampaikan rasa lega dan senangnya ada komunitas NMI yang sudah bertahun-tahun berdiri dan memberikan contoh kebaikan yang luar biasa. “Saya sebagai rakyat kecil titip pesan untuk NMI tidak hanya dihuni Notaris Muslim saja tapi juga produk-produknya juga sangat Islami dan Berdakwah,” tuturnya.

Lebih lanjut Sugiri berharap agar kedepan produk-produk Notaris tidak hanya sah secara hukum Indonesia, akan tetapi juga tidak bertentangan dengan syar’i. Karena dirinya banyak menjumpai, terkadang hal itu, sehingga ditangan Notaris Muslim, dirinya yakin pada prinsipnya tidak keluar dari sebuah kebenaran.

Rumah Harapan Kampung Idiot

Selanjutnya agendapun bergeser menuju Desa Karang Patihan Kec. Balong, yang disana telah disambut oleh warga dan perangkat serta Kepala Desa Karang Patihan dan Krebet.

Disampaikan Eko Mulyadi, Kepala Desa Karangpatihan bahwa yang hadir hari ini adalah warga yang masuk kategori disebalitas intelektual (Bisu dan tuli) dan lansia miskin. Disebilitas intelektual ada 98 jiwa kalau yang lansia miskin ada sekitar 180 jiwa. Yang dihadirkan sekitar 70 Jiwa, nanti sisanya dibantu anak-anak muda tim volunter dibagikan karena ada yang jaraknya jauh, yang lumpuh, yang buta dan sebagainya.

Penerima Bansos NMI Jatim di Kampung Idiot

Sebutan ‘Kampung Idiot itu muncul tahun 2008, karena saat itu banyak sekali warga dengan disabilitas, mulai dari tuli, bisu, dan pola pikir yang lemah, kemudian salah satu media melaporkannya dan menulisnya ‘Kampung Idiot’,” ujar Eko Mulyadi, Kepala Desa Karangpatihan.

Baca Lainnya:  Notaria Fest CUP 2022 Jatim Profesional, Sportif dan Disiplin

Tempat yang digunakan saat ini lanjutnya disebut dengan nama RUMAH HARAPAN. Salah satu tempat yang dibangun khusus untuk menangani kemiskinan dan Disabilitas Intelektual. Melakukan pemberdayaan kepada masyarakat dengan berbagai konsep ekonomi yang menciptakan pendapatan harian, pendapatan bulanan, pendapatan triwulan dan tahunan.

“Salah satu produk yang hari ini berhasil dikerjakan oleh teman-teman disabilitas intelektual ada yang namanya Batik Ciprat” terang Eko Mulyadi. (DN/Red)

Bagikan Ke

error: Dilarang Copas !!